by

Review Kamera Sony ILCE 6400L

Sony ILCE 6400L adalah kamera yang akan kita bahas kali ini. Sama seperti namanya, seri ini berada di antara angka 6300 dan 6500. Lalu, bagaimana dengan kualitasnya?

Sebelum masuk ke pembahasan, ada baiknya kita membicarakan terlebih dahulu tentang informasi dasar kamera ini.

Sony ILCE-6400L adalah produk yang rilis pada 15 Januari 2019 lalu. Yah, meskipun sekarang sudah bulan September, tidak ada salahnya kita membahas produk tersebut. Seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Bodi

Untuk beratnya, kamera ini hanya sekitar 400 gram lebih sedikit. Meski begitu, ternyata seri ini lebih berat dari seri 6300. Sedangkan untuk dimensinya, tidak jauh berbeda dari seri 6500, yakni 120 mm x 67 mm, dengan grip yang lebih tipis.

Bodi kamera Sony ILCE-6400L ini memiliki fitur weather shield, yang artinya adalah kebal cuaca. Namun, saya masih belum berani mencobanya karena masih baru. Yah, meskipun sudah lama, tampaknya saya juga tidak akan mencobanya.

Layar

Selanjutnya kita akan membahas layar. Dibanding versi 6300 dan 6500, seri 6400 ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Itu karena seri tersebut mempunyai layar berukuran 3 inci yang bisa dibuka-tutup atau flip screen. Layar tersebut bisa kamu gunakan untuk vlogging maupun selfie. Hanya saja, menurut saya pribadi itu sedikit rentan. Rasanya kalau kita kasar sedikit engsel flip tersebut akan patah.

Kamera Sony ilce 6400l

Kamera ini juga mempunyai electronic viewfinder, sama dengan versi 6300 dan 6500. Namun, yang berbeda di sini adalah mode menunya. Di dua seri tersebut tidak terdapat mode S&Q, sedangkan di seri ini ada. Sebagai tambahan, mode S&Q adalah mode di mana kamu bisa membuat video slow motion atau gerak lambat.

Kamera

Sekarang waktunya kita masuk ke pembahasan yang lebih intim, yaitu kamera.

Sony ILCE-6400L menggunakan sensor CMOS APSC berkekuatan 24 MP. Ya, lagi-lagi masih sama dengan saudaranya. Selain itu, ada kesamaan lain lagi, yaitu continue shot-nya yang berkekuatan 11 fps. Menurut tebakan saya, pada seri 6000-an ini Sony tidak akan mengubah kekuatan dari continue shot ini; semuanya dibuat sama 11 fps.

Beralih ke ISO. Di kamera ini, ISO-nya bisa kamu atur sampai 32000, dan masih bisa dinaikkan lagi hingga 102000 (untuk foto). Itu lebih tinggi daripada seri 6500. Jadi bisa dibilang kalau seri ini memiliki ISO yang lebih baik dari kakaknya.

Dan ketika saya mencoba fitur auto focus-nya, seri 6400 ini sudah lumayan cepat, yakni hanya butuh waktu sekitar 0,2 detik. Selain itu, sudah dilengkapi juga dengan deteksi wajah dan deteksi ID.

Berlanjut ke resolusi video. Sony ILCE-6400L memiliki kekuatan resolusi 4k @ 30 fps, dengan file format XAVCS. Namun, kalau kamu ingin menggunakan yang HD, kamu bisa mengatur fps-nya hingga 120. Sayangnya, bit rate saat merekam video menggunakan kamera ini hanya mampu mencapai 100 MB/s saja.

Lain-lain

Mounting Sony ILCE-6400L masih sama, yaitu menggunakan i-mount. Kemudian lensa kitnya memakai ukuran 16-50 mm yang sudah dilengkapi dengan optical steady shot. Bukan hanya lensa dan mountingnya yang sama, tapi seri ini juga memiliki baterai yang sama, yaitu bertipa NP-FW50.

Lalu untuk portnya, terdapat port HDMI, USB, dan microphone. Dan seandainya kamu ingin memindah data, foto, atau video, kamu juga sudah disediakan alternatif, yaitu menggunakan jaringan nirkabel. Pilihannya ada dua, yaitu wifi dan bluetooth.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *